Home

Tampilkan postingan dengan label safety riding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label safety riding. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2010




ride safely bro, be a defensive rider

1. Siapkan sepeda motor anda
jangan berperang dng pedang yg rusak
makanya periksa motor anda sebelum mulai berkendara
kalo ada suku cadang yg perlu diganti, jangan menunggu, gantilah
kalo ada yg perlu diperbaiki, langsung perbaiki
jangan pernah menganggap enteng masalah2 yg ditemukan
krn bukan cuma akan mengganggu proses perjalanan
tapi juga bisa membahayakan keselamatan

2. Gunakan pelindung diri
entah itu helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dll
jangan pernah tidak peduli dng penggunaan hal2 tsb
anda tidak pernah tau, bagian tubuh mana yg akan cidera saat terjadi kecelakaan
dan anda tidak pernah tau kapan kecelakaan akan terjadi
jadi.. lindungi diri anda dari kepala sampai kaki

3. Berusahalah utk gampang terlihat
pakailah perlengkapan yang gampang terlihat
lebih baik lagi bila bisa merefleksikan cahaya (flourescent)
begitu juga dng warna dari bagian2 motor
ini akan membantu anda utk gampang terlihat oleh pengguna jalan lain

4. Jaga jarak
selalu jaga agar ada jarak aman di sekeliling motor
bukan cuma utk menjaga bila kendaraan di depan dan di sekeliling tiba2 berhenti
tapi juga utk menghindari road hazzard yg tiba2 muncul krn sebelumnya tak terlihat

5. Bersiap menghadapi kecelakaan
setiap kali berkendara, bersiaplah menghadapi segala kemungkinan terburuk termasuk kecelakaan
dng konsep ini, anda akan lebih berhati2 dan akan berkendara secara defensif

6.berhatilah di setiap belokan, persimpangan, lalu lintas dari arah berlawanan,
dan tempat2 ramai yg dilewati (pasar, sekolah, dll)

7. Bila mungkin, hindari berkendara di malam hari
ya betul, di siang hari saja, motor relatif lebih sulit terlihat
apalagi di malam hari

8. Ride your own ride
jangan coba berkendara utk gaya-gayaan
jangan juga utk membuat orang terkagum2
sadari kemampuan diri, dan selalu ingat utk memprioritaskan keselamatan
bukan yg lain

jangan pernah berhenti berusaha berkendara dng santun, tertib, aman, dan nyaman kampanyekan terus cara2 berkendara yg lebih defensif dan elegan

regards,
BKS007

Sabtu, 23 Januari 2010

konvoi bermotor /Touring

Semua peserta turing tanpa terkecuali wajib mentaati etika touring dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan
2. Mematuhi peraturan lalu lintas (dilarang keras menerobos lampu lalu lintas, berhenti sembarangan, dll)
3. Menempatkan para pemula di barisan depan, dan peserta boncengan
4. Wajib mengenali peserta lainnya dan petugas yang bertugas
5. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan
6. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain
7. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan
8. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan (maksimal 80 km/j di luar kota, dan 60 km/j dalam kota)
9. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat
10. Menyalakan lampu depan selama perjalanan
11. Menyalakan lampu hazard, flasher, atau sein kanan
12. Tidak turut mengatur perjalanan turing kecuali petugas yang telah ditunjuk oleh Divisi Safety Riding
13. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya)
14. Tidak saling mendahului atau berebut jalan
15. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi
16. Tidak menggunakan klakson dan sirine secara berlebihan terutama pada saat kondisi macet, kecuali kondisi emergency
17. Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari
18. Memberik isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari
19. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara
20. Memberitahukan petugas tentang keadaan diri atau kendaraannya selama perjalanan yang dapat mengganggu konvoi dengan memberi isyarat klakson panjang dan isyarat tangan

----------------------------------------------------------------------------------------
Mengendarai sepeda motor secara bersama-sama (touring) dengan aman adalah ketrampilan yang bisa dipelajari yang membutuhkan pemikiran dan latihan. Tujuannya adalah agar touring bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar. Berikut adalah beberapa prosedur yang perlu diikuti baik oleh peserta maupun petugas.


PESERTA


Perlengkapan Motor

Berikut ini adalah kondisi motor yang diijinkan ikut dalam perjalanan touring (berlaku untuk semua peserta dan petugas):

1. Kendaraan dapat berjalan dengan baik.
2. Ban harus dalam keadaan baik. Dilarang memakai ban kecil.
3. Semua lampu (depan, belakang, rem, sen) harus berfungsi dengan baik. Dilarang mamakai lampu yang dapat menyilaukan pengendara di belakangnya seperti bahan mika putih & bohlam putih.
4. Oli mesin dan minyak rem dalam keadaan baik.
5. Rem depan dan belakang berfungsi dengan baik.
6. Klakson berfungsi dengan baik.
7. Kaca spion lengkap. Dilarang memakai kaca spion kecil.
8. Toolkit standard lengkap.
9. Bahan bakar penuh

Seluruh anggota touring WAJIB mengisi penuh tangki bahan bakar kendaraannya sesaat sebelum perjalanan awal touring.



Perlengkapan Pengendara dan Penumpang

Berikut ini adalah perlengkapan yang diperlukan oleh pengendara dan penumpang termasuk petugas:

1. Helm. Pengendara dan penumpang diwajibkan memakai minimal helm open face (3/4) lengkap dengan kacanya. Dilarang keras memakai helm cetok.

2. Jacket. Diwajibkan memakai jaket dan disarankan yang agak tebal untuk proteksi yang lebih baik.

3. Celana Dilarang memakai celana pendek. Disarankan memakai celana dengan bahan yang tebal seperti jeans.

4. Sepatu Pengendara dan penumpang diwajibkan memakai sepatu, dianjurkan sepatu dari jenis bahan kulit dan memiliki tinggi minimal semata kaki.

5. Sarung tangan Diwajibkan memakai sarung tangan.

6. Body Protector/Pelindung dada. Disarankan memakai body protector.

7.Jas Hujan Diharuskan membawa jas hujan baik untuk pengendara maupun penumpang. Dilarang memakai jas hujan jenis ponco.

8. Obat-obatan untuk keperluan pribadi. Membawa obat-obatan yang diperlukan untuk keperluan pribadi.



Dokumen

Dokumen yang wajib dibawa oleh setiap peserta dan petugas adalah :

1. Identitas diri (KTP) Wajib dibawa oieh pengendara dan boncengers.

2. SIM Wajib dibawa oleh pengendara.

3. STNK Wajib dibawa oleh pengendara.



Kewajiban

Kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap peserta dan petugas adalah :

1. Datang di meeting point tepat pada waktu yang sudah ditentukan.

2. Memberi tahu petugas apakah membawa penumpang dan pengalaman touring sehingga petugas dapat mengatur posisi peserta selama perjalanan. Umumnya peserta yang membawa penumpang dan belum mempunyai pengalaman touring ditempatkan di depan.

3. Selalu mengutamakan keselamatan baik untuk dirinya sendiri, peserta lain, maupun sesama pengguna jalan lainnya.

4. Tidak dalam pengaruh alkohol, dan obat-obatan terlarang / yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri atau peserta lainnya.

5. Mematuhi semua peraturan lalu lintas.

6. Tidak saling mendahului / kebut-kebutan / melakukan tindakan yang membahayakan baik untuk dirinya sendiri atau peserta lainnya.

7. Mengganggu tugas dari petugas yang berwenang.

8. Menghormati pengguna jalan lainnya diluar rombongan. Tidak mengintimidasi pengguna jalan lainnya. Memberikan kesempatan pada pengendara lain yang secara terpaksa masuk ke dalam rombongan. Memberikan isyarat yang sopan kepada pengguna jalan lainnya ketika meminta jalan dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari kiri.

9. Tidak menggunakan klakson secara berlebihan. Dilarang menggunakan sirine.

10. Mengerti kode-kode / isyarat yang dipakai selama perjalanan, Kode-kode ini akan dibahas lebih lanjut.

11. Memberikan salam penghormatan dengan mengacungkan ibu jari kiri kepada polisi yang bertugas.

12. Menyesuaikan kecepatan kendaraan sesuai dengan petunjuk petugas.

13. Mengikuti semua perintah petugas yang berwenang yang diberikan secara lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.

14. Menyalakan lampu depan selama perjalanan.

15. Menyalakan lampu hazard / flasher / lampu sen kanan seiama perjalanan (sesuai kesepakatan)

16. Memberi tahu petugas tentang keadaan diri atau keadaan kendaraan selama perjalanan yang dapat mengganggu perjalanan. Isyarat dapat diberikan dengan membunyikan klakson panjang dan isyarat tangan seperti yang akan dibahas lebih lanjut.



PETUGAS


Berikut adalah definisi petugas yang bertugas membawa peserta ke tempat tujuan:

1. Kapten
Kapten adalah pemimpin tertinggi yang memimpin semua peserta dan petugas. Setiap perjalanan dipimpin oleh 1 orang kapten.

2. Vooridjer
Vooridjer adalah petugas yang memimpin barisan / grup. Setiap grup dipimpin oleh 1 orang vooridjer.

3. Safety Officer
Bertugas mengamankan jalur yang akan diiewati. Setiap grup dipandu oleh minimal 2 orang safety officer.

4. Sweeper
Bertugas untuk mengawasi dan mengamankan semua peserta. Setiap grup dipandu oleh minimal 2 orang sweeper.

5. Technical Officer
Bertugas untuk membantu peserta yang mengalami kendala teknis pada kendaraannya. Minimal 1 technical officer dalam setiap grup.

Setiap petugas dilarang membawa penumpang sehingga dapat dengan mudah mengatur rombongan atau melakukan manuver-manuver yang sekiranya diperlukan.


Perlengkapan Motor Petugas

Berikut ini adalah perlengkapan tambahan kendaraan petugas diluar perlengkapan standard seperti yang telah disebutkan diatas:

1. Rompi petugas.
2. Klakson khusus.
3. Senter / light stick

Tugas dan Tanggung Jawab Petugas

1. Kapten
• Menunjuk / memilih petugas yang akan membantu perjalanan.
• Dibantu petugas lainnya memeriksa semua kendaraan dan peserta.
• Menolak peserta yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
• Membagi peserta menjadi beberapa grup jika jumlah peserta terlalu banyak. Jumlah peserta maksimal 20 motor dalam 1 grup.
• Bertanggung jawab membawa peserta ke tempat tujuan dengan selamat.
• Mengambil keputusan untuk membatalkan perjalanan jika dirasa tidak memungkin-kan untuk melanjutkan perjalanan.
• Menindak tegas peserta yang membahayakan perjalanan.
• Bersama petugas lainnya menyusun rute perjalanan, termasuk lama perjalanan dan tempat pemberhentian.
• Memberitahu semua peserta mengenai rute perjalanan, lama perjalanan dan tempat pemberhentian.

2. Vooridjer
• Membawahi Safety Officer dan Sweeper.
• Memberangkatkan peserta setelah ada isyarat bahwa semua peserta telah siap.
• Mengatur kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kemampuan mengemudi semua peserta untuk menghindari terputusnya rombongan.
• Mengatur formasi dan memberikan isyarat-isyarat yang diperlukan.
• Menghentikan rombongan di tempat yang aman.
• Tetap pada jalur jika kondisi jalan macet.

3. Safety Officer
• Mengawasi jalan yang akan diialui oleh peserta.
• Memberitahu Vooridjer akan kemungkinan bahaya dari kendaraan yang berlawanan arah.
• Menunggu peserta yang terputus pada tempat yang aman dan mengambil alih posisi Vooridjer sementara,
• Memberikan isyarat kepada Vooridjer.

4. Sweeper
• Mengawasi rombongan agar tetap dalam formasi.
• Mengatur formasi dan jarak sesuai perintah Vooridjer.
• Memperingatkan peserta yang bertindak ugal-ugalan atau yang dapat membahayakan peserta lainnya.
• Mendampingi peserta yang mengalami masalah.
• Meminta Vooridjer untuk berhenti.

5. Technical Officer
• Membantu peserta yang mengalami kerusakan kendaraan.
• Menyediakan tools yang diperlukan.
• Menyediakan atau membantu mencarikan spare part yang diperlukan.


regards,
Hvc Bks 007

Sebelum Bocor

http://www.youtube.com/watch?v=erpkyD7SMfw