Home

Jumat, 23 Juli 2010

Jumat, 16 April 2010




ride safely bro, be a defensive rider

1. Siapkan sepeda motor anda
jangan berperang dng pedang yg rusak
makanya periksa motor anda sebelum mulai berkendara
kalo ada suku cadang yg perlu diganti, jangan menunggu, gantilah
kalo ada yg perlu diperbaiki, langsung perbaiki
jangan pernah menganggap enteng masalah2 yg ditemukan
krn bukan cuma akan mengganggu proses perjalanan
tapi juga bisa membahayakan keselamatan

2. Gunakan pelindung diri
entah itu helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dll
jangan pernah tidak peduli dng penggunaan hal2 tsb
anda tidak pernah tau, bagian tubuh mana yg akan cidera saat terjadi kecelakaan
dan anda tidak pernah tau kapan kecelakaan akan terjadi
jadi.. lindungi diri anda dari kepala sampai kaki

3. Berusahalah utk gampang terlihat
pakailah perlengkapan yang gampang terlihat
lebih baik lagi bila bisa merefleksikan cahaya (flourescent)
begitu juga dng warna dari bagian2 motor
ini akan membantu anda utk gampang terlihat oleh pengguna jalan lain

4. Jaga jarak
selalu jaga agar ada jarak aman di sekeliling motor
bukan cuma utk menjaga bila kendaraan di depan dan di sekeliling tiba2 berhenti
tapi juga utk menghindari road hazzard yg tiba2 muncul krn sebelumnya tak terlihat

5. Bersiap menghadapi kecelakaan
setiap kali berkendara, bersiaplah menghadapi segala kemungkinan terburuk termasuk kecelakaan
dng konsep ini, anda akan lebih berhati2 dan akan berkendara secara defensif

6.berhatilah di setiap belokan, persimpangan, lalu lintas dari arah berlawanan,
dan tempat2 ramai yg dilewati (pasar, sekolah, dll)

7. Bila mungkin, hindari berkendara di malam hari
ya betul, di siang hari saja, motor relatif lebih sulit terlihat
apalagi di malam hari

8. Ride your own ride
jangan coba berkendara utk gaya-gayaan
jangan juga utk membuat orang terkagum2
sadari kemampuan diri, dan selalu ingat utk memprioritaskan keselamatan
bukan yg lain

jangan pernah berhenti berusaha berkendara dng santun, tertib, aman, dan nyaman kampanyekan terus cara2 berkendara yg lebih defensif dan elegan

regards,
BKS007

Selasa, 23 Maret 2010

MAP HVC BEKASI



http://www.wikimapia.org/#lat=-6.2450092&lon=107.0044113&z=18&l=0&m=b&search=hvc

http://www.facebook.com/photo.php?pid=413682&l=f6f2bf2c19&id=1630579760

Rabu, 24 Februari 2010

Error Microsoft Outlook 2003

@ Office: senin Pagi-pagi pasti di pusingkan dengan jadwal ...
musti liat informasi di hari sabtu dan minggu dengan pesan elektronik yaitu Email. nah email gw pake ms outlook 2003. tiba2 email di buka nah......
makin pusing neh kayaknya karena emailg gw gak bisa ke buka pake ada tulisan :

I get the error message : "Cannot start Microsoft Office Outlook. Unable to open Outlook window. The set of folders could not be opened. The server is not available. Contact your administrator if this condition persists."

coba googling,,, banyak cara2 ,,, dan gw cobain satu persatu ....

seperti :

- I had exactly the same error... Try running SCANPST.EXE , which sits in: C:\Program Files\Common Files\System\MSMAPI\1033\ - It fixed my problem 100%



jalanin SCANPST.EXE dan cari folde archive.pst atau mailbox

- Uninstall Ms office nya trus install lagi.

- nah yang terakhir ini berhasil juga dengan sedikit ngutak atik registry. eits,,, sebelumnya registry di backup dulu. takut terjadi hal-hal yang tidak di ingginkan.
kemudian baru langkah,,,nya menghapus profile ms outlook.

1. Click Start, click Run, type regedit, and then click OK.
2. Locate one of the following registry keys, as appropriate for the version of Microsoft Windows that you are using:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows Messaging Subsystem
3. Delete the Profiles key under the Windows Messaging (Subsystem) key.

To do this, right-click Profiles, and then click Delete. Click Yes to confirm the deletion.
4. Exit Registry Editor, and then restart Outlook.



trus setting kembali deh MS Outlook ...

n than Finish.

Sabtu, 20 Februari 2010

Gunakan GPS Saat Survey


  1. Nyalakan GPS
  2. Pastikan tak ada halangan ke Langit untuk mendapat sinyal GPS (jika cuaca mendung sedikt lama untuk mendapat Data koordinat)

  1. Untuk menyimpan titik koordinat pilih tombol “mark”

  1. Ubah symbol dan namanya

  1. Untuk melihat berapa Jarak Udara dan Bearing
  2. pilih “Route” dengan tombol “page”

  1. Pilih menu “New” untuk route baru

  1. Pilih “Select Next Point” untuk mendapat nama titik koordinat awal
  2. Pilih “Waypoint” untuk memilih nama titik awal


10. Kemudian pilih USE”

11. Lalu pilih “Select Next Point” berikutnya untuk menentukan titik koordinat di tuju.

12. lakukan pada Step : 8, 9, 10 sehingga waypoint/ titik koordinat lokasi sudah terdaftar baris pertama (awalan) dan baris ke dua (tujuan).

13. Pilih ke tekan tombol bawah terlihat pada gambar sehingga mendapat Jarak Udara pada kolom “Leg. Dest” dan bearing pada kolom “Leg Course”

Kamis, 04 Februari 2010

Trik Jatuh


Mungkin sebagian kawan akan mencibir dan tertawa membaca judul dari artikel ini. Semua orang juga takut jatuh dari motor. Semua orang takut sakit, takut mati, takut motornya rusak, takut helm 2 jutanya baret, takut jaket 3 jutanya rusak dan takut-takut yang lainnya.

Semua rider, terlebih yang sudah berkendara dengan jam terbang cukup lama, biasanya otomatis memiliki indra ke-6 yang berfungsi sebagai radar dijalanan. Kadang tanpa sadar, kita tanpa melirik sepion sudah tau dikanan belakang kita ada motor lain yang menempel. Atau sebelum tikungan, kita seperti punya intuisi bahwa dari lawan arah tidak ada/ada kendaraan.
Indra ke-6 ini dinamakan sebagai "INTUISI" dengan kadar kepekaan berbeda disetiap orang.

Menurut salah satu artikel yang pernah saya baca, perbedaan kadar intuisi pada setiap manusia itu akan menjadi berimbang dikala akan terjadi crash atau tabrakan atau jatuh.
Setiap manusia, rata2 akan menyadari bahwa kejadian fatal ini tidak bisa dihindari sekitar sepersekian sampai satu detik sebelum "momentum", entah jatuh atau tabrakan.
Sebagian besar kecelakaan fatal terjadi dikarenakan pengendara berada dalam situasi "TIDAK RELA JATUH" alias logika/akal sehatnya mengalahkan intuisi bahwa motor itu benda kesayangannya dan tidak boleh dilepaskan begitu saja.

SALAH...!!!
Pada saat inilah moment antara 50% hidup dan 50% mati akan terjadi.

Jika kita membiarkan Logika berjalan daripada Intuisi, yang akan terjadi adalah otak langsung bereaksi memikirkan perhitungan jatuh dan tidak jatuh dengan memakan waktu yang seharusnya digunakan untuk refleks dan bertindak. Akhirnya terlambat mengantisipasi keadaan dan "BAAM..!!!", tertabraklah atau terjatuhlah dia dengan posisi yang tidak menguntungkan dan tidak berdaya yang mengakibatkan kondisi fatal bagi sang Rider maupun kendaraannya.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Aku belum mau mati!!! Aku gak mau sakit! Aku gak mau diamputasi! Aku gak mau dilindas! Bla bla bla bla...!
Satu hal yang harus disadari adalah :
"MANUSIA ITU PASTI AKAN MATI..!"

Sekarang, bagaimana caranya kita tidak mati saat ini?

Caranya adalah, tutup akal sehat dan biarkan refleks dan intuisi yang bergerak. Mungkin bukan hal yang mudah dan harus dilatih.
Agama mengajarkan bahwa Manusia adalah Hewan Berakal Sehat. Tanpa akal sehat, manusia kembali kehabitatnya menjadi binatang.
Binatang adalah mahluk yang selalu dan terus2an berusaha untuk survive/staying alive, entah terhadap lingkungan atau terhadap predatornya.
Kucing walau dilempar dari tempat tinggi akan jatuh diatas ke empat kakinya.
Tikus bisa melepaskan diri dari jepitan, selama kepalanya bisa lolos, badannya akan mengikuti.
Serigala bisa bertahan hidup dengan memakan bagian tubuhnya.
Anjing memiliki kadar kepakaan tinggi terhadap bahaya.
Semut bisa mengangkat beban 500 kali berat tubuhnya.

Kenapa manusia yang merupakan mahluk paling mulia tidak bisa melakukannya..?

Manusia bisa melakukan hal2 tersebut diatas disaat "kepepet" atau "dalam bahaya"

Seorang ibu pernah mengangkat kulkas berisi penuh pada saat kebakaran.
Seorang perawat pernah meloncat dari lantai 5 dan tidak luka sama sekali pada saat kebakaran.
Seorang penerjun pernah selamat ketika payungnya sama sekali tidak terkembang dan hanya patah tulang kaki dan pinggulnya.

Saat itulah yang bisa disebut sebagai, "Animal Instinct".
Pada saat akan terjadi kecelakaan, jangan berfikir untuk menyelamatkan motor, biarkan instinct/intuisi yang bergerak untuk mencari selamat.

Latihan paling mudah adalah: Menangkap Uang Kertas dan Tiger Jump.

1. Menangkap Uang Kertas.
Cobalah menangkap Uang kertas yang dilepaskan oleh tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan. Cobalah berbagai tingkat ketinggian.
Setelah lihai, minta orang lain yang melakukannya.

2. Tiger Jump

Coba berlatih koprol terlebih dahulu dengan aman. Setelah lihai koprol, coba loncat lalu koprol. Cari tempat yang enak, karpet atau kasur tebal misalnya.
Pastikan tangan rileks dan tidak tegang, semua otot lemaskan dan jangan kaku.
Loncatlah satu meter kedepan lalu tahan dengan tangan setengah terkepal (jari2 jangan dibuka), lalu lipat kepala kearah dada, tekuk dengkul kearah perut, putar badan kedepan seperti koprol, lalu lepas tangan dengan cepat dan tekapkan depan dada dengan telapak tangan tertutup dan menghadap kemuka. Posisi kaki masih menekuk.
Cobalah berguling sambil mata memperhatikan satu titik tujuan.

Setelah lihai, cobalah tanpa tangan. Tangan ditaruh disisi kuping lalu koprol dan posisi kembali seperti semula, yaitu bagai Bayi Dalam Rahim.

Setelah lihai, naikkan tingkatannya dengan menggunakan halangan. Bisa kursi, bisa meja kecil, bisa sebuah helm.

Hati2, jangan dipaksakan untuk naik tingkat dengan cepat. Semua butuh proses.


Aplikasinya Pada Saat Kecelakaan

Kebiasaan kita untuk menangkap uang kertas akan membantu refleks kita melihat situasi secara cepat dan lugas lalu bertindak lebih cepat dari otak berfikir.

Ketika kan terjadi benturan atau jatuh, secepatnya lepaskan motor dan cari tempat jatuh yang aman. Lupakan motor kesayangan atau helm mahal atau jaket hadiah ultah dari yayang.
Nomor satu tepenting adalah: "STAYING ALIVE" kalaupun harus mati, matilah dengan terhormat, yaitu setidaknya kita mencoba untuk bertahan hidup.

Walau sekelibat, cari tempat jatuh yang "enak" alias aman. Biasakan melirik disisi kiri, jangan lama2, jangan berpikir. Lihat, loncat, koprol.

Jangan langsung bangun setelah jatuh, cobalah melihat sekeliling untuk melihat kondisi bahaya atau tidaknya. Setelah dirasa aman, periksa kondisi badan. Gerakkan seluruh bagian jari, rasakan pergerakannnya, lalu leher dan terakhir lutut.

Jika terasa panas disalah satu bagian tubuh, dipastikan ada tulang patah disana/memar otot.
Jika kesemutan, berarti ada pendarahan.
Jika Nyeri sangat amat, biasanya ada keseleo atau patah

Peduli setan dengan kondisi motor, perhatikan dulu kondisi diri, setelah itu baru perhatikan kondisi motor dan lawan kecelakaan.
Jangan lupa, jika ada boncenger. Biasanya Boncenger tanpa sadar akan meloncat mengikuti si rider didepannya.
Kalau saya pribadi, selalu mengajarkan tips ini kepada sang boncenger tercinta. Bagaimana caranya dia nanti loncat, hal apa yang harus dilakukan dan dilindungi, karena pada prinsipnya hampir sama dengan sang Rider, hanya lebih mudah karena tangannya lebih bebas dan lebih banyak waktu utk melihat tempat aman dibanding sang Rider.
Pada beberapa kejadian dimana boncenger mengalami hal fatal adalah dikarenakan si boncenger duduk miring, bukan menghadap depan.

Dari semua kecelakaan yang terjadi, beberapa kawan yang berusaha mempraktekan cara ini dengan melepaskan motor dan waspada dengan tempat dan cara jatuh tidak mengalami kondisi yang fatal yang seharusnya bisa terjadi jika dia tetap memegang motor.

Kemungkinan fatal yang bisa terjadi jika rider memegang motor saat kecelakaan adalah:
1. Rider terseret motor, sehingga momentum gravitasinya lebih kuat oleh dampak dorongan dua object secara bersamaan.
2. Rider kehilangan keseimbangan karena terbawa momentum motor atau kendaraan yang melandanya.
3. Rider tertindih motornya.
4. Rider terjebak dan masuk kekolong kendaraan lawan yang lebih besar karena efek benturan setang dengan body kendaraan lawan (misalnya mobil atau bus).
5. Rider tertusuk setang motornya yang bengkok.
Dan lain-lain sebagainya...

Oleh maka itu, jika kita "harus" jatuh, jatuh lah dengan pintar. Jangan biarkan analisa dan asumsi memenuhi pikiran.

Ingat selalu 3 hal:
"Intuisi, Refleksi, Reaksi"


"Sejago apapun kau bawa motor, Sejuta Orang Bodoh diluar sana..!!"



gw tulis ini setelah terjatuh dari motor hingga luka pada bagian lutut dan tanggan sedikit benggak. dan lecet pada bagian motor gw.

Tips merawat Battery Recharge




















Tips merawat battery

tips merawat battery recharge seperti battery Handphone, mainan anak, kamera digital dsb. sering kali kita charge hingga overtime yang sehaursnya 6/8 Jam karena kelalaian kita sampai 1 hari bahkan kurang dari ideal nya waktu yang di tentukan.

setelah gw liat di

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1442081&page=807

menjadi awet, battrey dan hemat energy.

cara pemakaian, bisa di atur waktu yang di inginkan sehingga tidak overtime.

-bayyu-
anak TK Purata Tujuh. Pondok Gede





Sabtu, 23 Januari 2010

konvoi bermotor /Touring

Semua peserta turing tanpa terkecuali wajib mentaati etika touring dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan
2. Mematuhi peraturan lalu lintas (dilarang keras menerobos lampu lalu lintas, berhenti sembarangan, dll)
3. Menempatkan para pemula di barisan depan, dan peserta boncengan
4. Wajib mengenali peserta lainnya dan petugas yang bertugas
5. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan
6. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain
7. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan
8. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan (maksimal 80 km/j di luar kota, dan 60 km/j dalam kota)
9. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat
10. Menyalakan lampu depan selama perjalanan
11. Menyalakan lampu hazard, flasher, atau sein kanan
12. Tidak turut mengatur perjalanan turing kecuali petugas yang telah ditunjuk oleh Divisi Safety Riding
13. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya)
14. Tidak saling mendahului atau berebut jalan
15. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi
16. Tidak menggunakan klakson dan sirine secara berlebihan terutama pada saat kondisi macet, kecuali kondisi emergency
17. Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari
18. Memberik isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari
19. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara
20. Memberitahukan petugas tentang keadaan diri atau kendaraannya selama perjalanan yang dapat mengganggu konvoi dengan memberi isyarat klakson panjang dan isyarat tangan

----------------------------------------------------------------------------------------
Mengendarai sepeda motor secara bersama-sama (touring) dengan aman adalah ketrampilan yang bisa dipelajari yang membutuhkan pemikiran dan latihan. Tujuannya adalah agar touring bisa berjalan dengan baik, aman dan lancar. Berikut adalah beberapa prosedur yang perlu diikuti baik oleh peserta maupun petugas.


PESERTA


Perlengkapan Motor

Berikut ini adalah kondisi motor yang diijinkan ikut dalam perjalanan touring (berlaku untuk semua peserta dan petugas):

1. Kendaraan dapat berjalan dengan baik.
2. Ban harus dalam keadaan baik. Dilarang memakai ban kecil.
3. Semua lampu (depan, belakang, rem, sen) harus berfungsi dengan baik. Dilarang mamakai lampu yang dapat menyilaukan pengendara di belakangnya seperti bahan mika putih & bohlam putih.
4. Oli mesin dan minyak rem dalam keadaan baik.
5. Rem depan dan belakang berfungsi dengan baik.
6. Klakson berfungsi dengan baik.
7. Kaca spion lengkap. Dilarang memakai kaca spion kecil.
8. Toolkit standard lengkap.
9. Bahan bakar penuh

Seluruh anggota touring WAJIB mengisi penuh tangki bahan bakar kendaraannya sesaat sebelum perjalanan awal touring.



Perlengkapan Pengendara dan Penumpang

Berikut ini adalah perlengkapan yang diperlukan oleh pengendara dan penumpang termasuk petugas:

1. Helm. Pengendara dan penumpang diwajibkan memakai minimal helm open face (3/4) lengkap dengan kacanya. Dilarang keras memakai helm cetok.

2. Jacket. Diwajibkan memakai jaket dan disarankan yang agak tebal untuk proteksi yang lebih baik.

3. Celana Dilarang memakai celana pendek. Disarankan memakai celana dengan bahan yang tebal seperti jeans.

4. Sepatu Pengendara dan penumpang diwajibkan memakai sepatu, dianjurkan sepatu dari jenis bahan kulit dan memiliki tinggi minimal semata kaki.

5. Sarung tangan Diwajibkan memakai sarung tangan.

6. Body Protector/Pelindung dada. Disarankan memakai body protector.

7.Jas Hujan Diharuskan membawa jas hujan baik untuk pengendara maupun penumpang. Dilarang memakai jas hujan jenis ponco.

8. Obat-obatan untuk keperluan pribadi. Membawa obat-obatan yang diperlukan untuk keperluan pribadi.



Dokumen

Dokumen yang wajib dibawa oleh setiap peserta dan petugas adalah :

1. Identitas diri (KTP) Wajib dibawa oieh pengendara dan boncengers.

2. SIM Wajib dibawa oleh pengendara.

3. STNK Wajib dibawa oleh pengendara.



Kewajiban

Kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap peserta dan petugas adalah :

1. Datang di meeting point tepat pada waktu yang sudah ditentukan.

2. Memberi tahu petugas apakah membawa penumpang dan pengalaman touring sehingga petugas dapat mengatur posisi peserta selama perjalanan. Umumnya peserta yang membawa penumpang dan belum mempunyai pengalaman touring ditempatkan di depan.

3. Selalu mengutamakan keselamatan baik untuk dirinya sendiri, peserta lain, maupun sesama pengguna jalan lainnya.

4. Tidak dalam pengaruh alkohol, dan obat-obatan terlarang / yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri atau peserta lainnya.

5. Mematuhi semua peraturan lalu lintas.

6. Tidak saling mendahului / kebut-kebutan / melakukan tindakan yang membahayakan baik untuk dirinya sendiri atau peserta lainnya.

7. Mengganggu tugas dari petugas yang berwenang.

8. Menghormati pengguna jalan lainnya diluar rombongan. Tidak mengintimidasi pengguna jalan lainnya. Memberikan kesempatan pada pengendara lain yang secara terpaksa masuk ke dalam rombongan. Memberikan isyarat yang sopan kepada pengguna jalan lainnya ketika meminta jalan dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari kiri.

9. Tidak menggunakan klakson secara berlebihan. Dilarang menggunakan sirine.

10. Mengerti kode-kode / isyarat yang dipakai selama perjalanan, Kode-kode ini akan dibahas lebih lanjut.

11. Memberikan salam penghormatan dengan mengacungkan ibu jari kiri kepada polisi yang bertugas.

12. Menyesuaikan kecepatan kendaraan sesuai dengan petunjuk petugas.

13. Mengikuti semua perintah petugas yang berwenang yang diberikan secara lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.

14. Menyalakan lampu depan selama perjalanan.

15. Menyalakan lampu hazard / flasher / lampu sen kanan seiama perjalanan (sesuai kesepakatan)

16. Memberi tahu petugas tentang keadaan diri atau keadaan kendaraan selama perjalanan yang dapat mengganggu perjalanan. Isyarat dapat diberikan dengan membunyikan klakson panjang dan isyarat tangan seperti yang akan dibahas lebih lanjut.



PETUGAS


Berikut adalah definisi petugas yang bertugas membawa peserta ke tempat tujuan:

1. Kapten
Kapten adalah pemimpin tertinggi yang memimpin semua peserta dan petugas. Setiap perjalanan dipimpin oleh 1 orang kapten.

2. Vooridjer
Vooridjer adalah petugas yang memimpin barisan / grup. Setiap grup dipimpin oleh 1 orang vooridjer.

3. Safety Officer
Bertugas mengamankan jalur yang akan diiewati. Setiap grup dipandu oleh minimal 2 orang safety officer.

4. Sweeper
Bertugas untuk mengawasi dan mengamankan semua peserta. Setiap grup dipandu oleh minimal 2 orang sweeper.

5. Technical Officer
Bertugas untuk membantu peserta yang mengalami kendala teknis pada kendaraannya. Minimal 1 technical officer dalam setiap grup.

Setiap petugas dilarang membawa penumpang sehingga dapat dengan mudah mengatur rombongan atau melakukan manuver-manuver yang sekiranya diperlukan.


Perlengkapan Motor Petugas

Berikut ini adalah perlengkapan tambahan kendaraan petugas diluar perlengkapan standard seperti yang telah disebutkan diatas:

1. Rompi petugas.
2. Klakson khusus.
3. Senter / light stick

Tugas dan Tanggung Jawab Petugas

1. Kapten
• Menunjuk / memilih petugas yang akan membantu perjalanan.
• Dibantu petugas lainnya memeriksa semua kendaraan dan peserta.
• Menolak peserta yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
• Membagi peserta menjadi beberapa grup jika jumlah peserta terlalu banyak. Jumlah peserta maksimal 20 motor dalam 1 grup.
• Bertanggung jawab membawa peserta ke tempat tujuan dengan selamat.
• Mengambil keputusan untuk membatalkan perjalanan jika dirasa tidak memungkin-kan untuk melanjutkan perjalanan.
• Menindak tegas peserta yang membahayakan perjalanan.
• Bersama petugas lainnya menyusun rute perjalanan, termasuk lama perjalanan dan tempat pemberhentian.
• Memberitahu semua peserta mengenai rute perjalanan, lama perjalanan dan tempat pemberhentian.

2. Vooridjer
• Membawahi Safety Officer dan Sweeper.
• Memberangkatkan peserta setelah ada isyarat bahwa semua peserta telah siap.
• Mengatur kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kemampuan mengemudi semua peserta untuk menghindari terputusnya rombongan.
• Mengatur formasi dan memberikan isyarat-isyarat yang diperlukan.
• Menghentikan rombongan di tempat yang aman.
• Tetap pada jalur jika kondisi jalan macet.

3. Safety Officer
• Mengawasi jalan yang akan diialui oleh peserta.
• Memberitahu Vooridjer akan kemungkinan bahaya dari kendaraan yang berlawanan arah.
• Menunggu peserta yang terputus pada tempat yang aman dan mengambil alih posisi Vooridjer sementara,
• Memberikan isyarat kepada Vooridjer.

4. Sweeper
• Mengawasi rombongan agar tetap dalam formasi.
• Mengatur formasi dan jarak sesuai perintah Vooridjer.
• Memperingatkan peserta yang bertindak ugal-ugalan atau yang dapat membahayakan peserta lainnya.
• Mendampingi peserta yang mengalami masalah.
• Meminta Vooridjer untuk berhenti.

5. Technical Officer
• Membantu peserta yang mengalami kerusakan kendaraan.
• Menyediakan tools yang diperlukan.
• Menyediakan atau membantu mencarikan spare part yang diperlukan.


regards,
Hvc Bks 007

Sebelum Bocor

http://www.youtube.com/watch?v=erpkyD7SMfw

Rabu, 20 Januari 2010

Tutorial Trango wireless broadband

=========================
= Trango 5,8 Ghz Manual =
=========================

* ip default = 192.168.100.100

command :

1.sysinfo = Check konfigurasi yang sedang dipergunakan / berjalan.
contoh : #>sysinfo
tampilan :

[Hardware Version] 0004 -> Versi Hardware.
[FPGA Version] 03110601 [Checksum] 1D28DCC4 -> Nilai koreksi versi FPGA.
[Firmware Version] FSU 1p01H0004D03100101 [Checksum] 191D17BC -> Nilai koreksi software radio.
[Device ID] 00 01 DE 13 E0 15 [Base ID] 1 [AP ID] 3 [SU ID] 37 -> Nilai baseid, apid, dan suid yang terdaftar ( sesuai setting ) di AP.
[System Up Time] 2 day(s) 10:54:18 -> Waktu aktif radio dari kondisi off sebelumnya.
[Radio Temperature] 34 -> suhu pada hardware
[Opmode] su [Default Opmode] su [Opmode Start] 30 sec -> mode kerja dan mode load default sesudah restart.
[IP] 172.16.4.49 [Subnet Mask] 255.255.255.0 [Gateway] 172.16.4.254 -> setting ip pada hardware
[Httpd Port] 80 [Httpd Status] listen -> status service konfigurasi via web browser
[Telnetd Port] 23 [Telnetd Status] connected (172.16.2.83,2075) -> status koneksi dan jalur yang dipergunakan untuk setting hardware.
[Tftpd] disabled -> status service tftp yang dipergunakan untuk upgrade software radio.
[RF Tx Power] 22 dBm -> Daya yang dipergunakan radio.
[RF Rx Threshold] -70 dBm -> Batasan sinyal minimum yang dipergunakan untuk koneksi.
Channel Table: (MHz) -> Tabel frequensi yang dapat dipergunakan.
[Ch#01] 5736 [Ch#02] 5756 [Ch#03] 5776 [Ch#04] 5736 [Ch#05] 5736 [Ch#06] 5816
[Ch#07] 5745 [Ch#08] 5760 [Ch#09] 5775 [Ch#10] 5790 [Ch#11] 5340 [Ch#12] 5745
[Ch#13] 5760 [Ch#14] 5775 [Ch#15] 5790 [Ch#16] 5805 [Ch#17] 5820 [Ch#18] 5736
[Ch#19] 5736 [Ch#20] 5736 [Ch#21] 5745 [Ch#22] 5736 [Ch#23] 5736 [Ch#24] 5736
[Ch#25] 5736 [Ch#26] 5736 [Ch#27] 5736 [Ch#28] 5736 [Ch#29] 5736 [Ch#30] 5736

[Channel Scan Sequence] 13 h -> Tabel frequensi yang akan di scan sebagai media komunikasi ke AP.
[Active Channel] 13 h Associated -> status komunikasi dengan AP.
[Broadcast Packet] block [Auto Scan AP] on [TCP/IP for AP] on [TCP/IP for Local
Eth] on -> Status setting pada sw.
[Remarks] trango -> Identifikasi nama hardware.
[RF Rx] 147 kbps [RF Tx] 44 kbps [Eth Rx] 38 kbps [Eth Tx] 143 kbps -> status koneksi berdasarkan hardware wireless (RF RX & RF TX), berdasarkan hardware ethernet (Eth RX & Eth TX).

2. updateflash ss / updateflash systemsetting = update konfigurasi yang sedang berjalan ke konfigurasi yang tersimpan di memory hardware, untuk di load ulang saat hardware di reboot.
3. save ss / save systemsetting = simpan konfigurasi berjalan setelah dilakukan perubahan konfigurasi.
4. rssi (freq) = untuk melakukan check kualitas sinyal pada frequensi tertentu / terhadap AP yang saat ini sedang terhubung.
contoh : #>rssi
tampilan :

#> rssi

[ 1] peak -64 dBm avg -64 dBm ****
[ 2] peak -63 dBm avg -64 dBm ****
[ 3] peak -64 dBm avg -64 dBm ****
[ 4] peak -64 dBm avg -64 dBm ****

[ 5] peak -64 dBm avg -64 dBm ****

bila nilai minus semakin kecil maka kualitas sinyal koneksi semakin baik, sebagai contoh : -67 lebih baik dari -76.

5. opmode (su) (ap) (off) = melakukan perubahan terhadap fungsi kerja hardware (opmode), sebagai su , ap atau dalam mode off.
contoh : #>opmode su

6. set defaultopmode (su) (off) = memberikan setting default terhadap fungsi kerja hardware (opmode) sesudah hardware di restart.
contoh : #>set defaultopmode su y
tampilan :
#> set defaultopmode su y
[Default Opmode] su [Opmode Start] 30 sec
Success.

7. freq (channel) = menetapkan channel yang akan dipergunakan antara komunikasi SU dan AP.
contoh : #>freq 21 h
tampilan :
#> freq 13 h
Success.

8. freq writescan (channel) = menetapkan channel tertentu yang juga akan di pergunakan sebagai alternatif komunikasi dengan AP.
contoh : #>freq writescan 13 h 13 v
tampilan :
#> freq writescan 13 h 13 v
Success.

9. set baseid (number) = Menetapkan baseid AP pada konfigurasi SU, yang akan dipergunakan sebagai media identifikasi AP.
BASEID = disesuaikan settingnya dengan baseid AP yang dipergunakan untuk koneksi.
contoh : #>set baseid 1

10. set apid (number) = Menetapkan apid AP pada konfigurasi SU, yang akan dipergunakan sebagai media identifikasi AP.
APID = disesuaikan settingnya dengan apid AP yang dipergunakan untuk koneksi.
contoh : #>set apid 2

11. set suid (number) = Menetapkan suid SU yang terdaftar pada database SU di AP.
SUID = harus terlebih dahulu didapatkan dengan mendaftarkan MAC Adress SU di AP.
contoh : #>set suid 24

cara mendaftarkan di AP :

a. Telnet ke ip AP.
b. Lihat database SU di AP.
#>sudb view
tampilan :
#> sudb view
[#Begin]
[0001] 0001 64 128 00 01 DE 13 EB 2F
[0002] 0001 128 128 00 01 DE 13 EB 31
[0003] 0001 1000 1000 00 01 DE 13 E5 B0
[0004] 0001 1000 1000 00 01 DE 01 91 C5
[0005] 0001 128 128 00 01 DE 13 DB E4
[0010] 0001 128 140 00 01 DE 13 E3 3D
[0013] 0001 1000 1000 00 01 DE 01 96 35
[0014] 0001 128 140 00 01 DE 13 E1 05
[0015] 0001 1000 1000 00 01 DE 01 B1 ED
[0016] 0001 128 128 00 01 DE 01 B1 CF
[0017] 0001 256 256 00 01 DE 13 E6 94
[0036] 0001 1000 1000 00 01 DE 13 E2 DB
[0100] 0001 128 128 00 01 DE 13 DE 57
[0215] 0001 200 200 00 01 DE 13 E3 36
[#End]

Success.

c. Cari SUID yang belum dipergunakan, pada contoh diatas misalnya SUID 6.
d. Daftarkan MAC pada database SU di AP, contoh : #> sudb add 6 reg 128 128 00 11 22 33 44 55
sudb add -> perintah menambahkan MAC SU pada database AP.
reg -> Pola bandwith radio. reg = reguler, prio = diutamakan.
128 128 -> CIR dan MIR ( besaran transfer rate )
00 11 22 33 44 55 -> MAC SU
e. Simpan hasil update database dengan perintah : #>save sudb atau #>updateflash sudb

12. sw (0-6) = Melakukan pengaturan fungsi yang aktif pada SU / AP, fungsi tiap SW :
sw 0 Melakukan filter pada paket broadcast / multicast
sw 1 Fungsi scanning AP ( hanya SU )
sw 2 Mengaktifkan fungsi TCP/IP SU ke AP ( hanya SU )
sw 3 Mengaktifkan fungsi komunikasi SU ke SU ( hanya AP )
sw 4 Melakukan penandaan pada paket broadcast ( hanya AP )
sw 5 Mengaktifkan fasilitas setting via browser
sw 6 Mengaktifkan fungsi TCP/IP ketika SU dalam kondisi ON.

13. reset all = Merubah konfigurasi ke konfigurasi default.

14. logout = Untuk keluar dari mode konfigurasi di SU atau AP.

//document/ Bayyu